Tauhid adalah Tempat Berlindung Bagi Semua Makhluk

Tauhid adalah Tempat Berlindung Bagi Semua Makhluk, sekaligus Benteng dan Penolong Mereka

Tauhid bisa menjadi tempat berlindung bagi musuh-musuh Allah sekaligus menjadi tempat berlindung bagi para pembela-NYA. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Tauhid adalah tempat berlindung bagi musuh-musih-NYA; yakni tauhid dapat menyelamatkan orang-orang musrik dari segala kesulitan dan malapetaka dunia sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala yang artinya:

“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-NYA, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” QS. Al-Ankabuut: 65

Adapun perlindungan bagi para pembela-NYA; yakni tauhid bisa menyelamatkan orang yang beriman dari segala kesulitan dan malapetaka dunia akhirat.

Kaum beriman pengikut para Rasul yang bertauhid; mereka diselamatkan dari kekejaman orang-orang musrik di dunia dan dari adzab yang disiapkan untuk kaum musrik tersebut di akhirat.

Demikian sunatulah yang ditetapkan bagi para hambanya-NYA. Tidak ada senjata yang lebih ampuh untuk menolak kesulitan-kesulitan di dunia selain tauhid. Oleh karena itulah, berdo’a ketika dilanda kesedihan mengandung makna tauhid. Kita ingat do’a yang dimohonkan oleh Nabi Yunus. Apabila do’a tersebut dibaca oleh orang yang sedang kesulitan niscaya Allah subhanahu wata’ala akan menghilangkan kesulitan itu, dikarenakan tauhidullah yang terkandung di dalamnya.

Jadi tidak ada sesuatu yang dapat menjerumuskan seseorang kedalam kesulitan besar selain kemusrikan. Sebaliknya, tidak ada sesuatu yang dapat menyelamatkan seseorang dari kesulitan besar melainkan Tauhid saja.

Diambil dari: Fawaidul Fawaid karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah

 

Perintah dan Musibah

Perintah dan Musibah. Kasih sayang secara batin merupakan buah dari mu’amalah bathiniyah.

Seorang hamba Allah tidak akan terlepas dari perintah dan musibah dari-NYA. Ketika menerima dan melaksanakan perintah Ia membutuhkan bahkan sangat membutuhkan pertolongan-NYA. Sedangkan ketika mendapatkan musibah, ia sangat membutuhkan uluran kasih sayang-NYA.

Kasih sayang yang ia dapatkan ketika ditimpa musibah sebanding dengan sejauhmana kadar perintah Allah yang dikerjakannya. Jika dia melaksanakan perintah itu secara sempurna, lahir dan batin, niscaya ia akan mendapatkan kasih sayang secara lahir dan batin pula. Akan tetapi jika perintah itu dilaksanakan dalam bentuk lahirnya saja, tanpa mencakup hakikatnya, niscaya ia hanya akan memperoleh kasih sayang secara lahiriah saja. Hanya sedikit sekali kasih sayang secara batin yang diraihnya.

Seperti apakah kasih sayang secara batin yang diperoleh hamba ketika ditimpa musibah? Kasih sayang secara batin adalah sesuatu yang akan menciptakan ketenangan dan kedamaian, serta menghilangkan keresahan, kegundahan, dan keluh kesah dari hati hamba ketika tertimpa musibah.

Pengakuan terhadap kasih sayang Allah telah menyibukkan dirinya dari kepedihan deritanya. Dan keyakinannya tentang kebaikan takdir Allah membuatnya tidak merasakan lagi pahit musibahnya.

Sumber: Fawaidul Fawaid karya Ibn Qayyim al-Jauziyyah

Bagaimana meningkatkan kadar perintah Allah yang kita kerjakan, sehingga sempurna lahir dan batin? Kuncinya adalah keikhlasan dan melaksanakannya sesuai tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam. Tanpa kedua hal itu amal ibadah akan tertolak dan kasih sayang dari Allah pun tidak kita dapatkan.

Hal demikian berlaku untuk semua jenis ibadah, termasuk ibadah haji dan umroh. Untuk itu kita harus pastikan ibadah kita ikhlas semata-mata karena mencari ridho Allah dan lakukan ibadah tersebut sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Kami siap membantu Anda melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh sesuai sunnah. Insya Allah.

Hubungi:

Ahmad Haris; Hp: 08118701025, atau

Silahkan Tulis pesan atau pertanyaan Disini!!

 

Arti Umroh. Arti Umroh secara Bahasa dan menurut Syara’

Arti-Umroh

Arti-Umroh

Arti Umroh mmenurut bahasa adalah berkunjung. Ada juga yang mengartikan Umroh adalah menyengaja datang ke tempat yang selalu dikunjungi. Dikatakan demikian karena Umroh boleh dilakukan kapan saja.

Sedangkan arti Umroh secara istilah atau menurut Syara’ yaitu bermaksud mengunjungi kota Mekkah untuk beribadah dengan tata cara tertentu.

Tata cara tertentu dimaksud adalah adanya rangkaian ibadah mulai dari: Ihram, Thawaf, Sa’i, memotong rambut. Semua tata cara Umroh itu sudah ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan kita tidak boleh menyelisihi. Kewajiban kita disini adalah “sami’na wa ata’na”. Tidak ada kreatifitas dalam ibadah.

Umroh hukumnya wajib satu kali dalam seumur hidupnya. Ibadah Umroh ini mempunyai keutamaan yang bisa menghapuskan dosa sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam:

“Dari umroh ke umroh adalah penghapus dosa antara keduanya”

Apakah disyariatkan mengulang Umroh?

Pendapat yang kuat mengatakan bahwa amalan seperti ini boleh dilakukan atau mustahab (dianjurkan). Pendapat ini berlandaskan dalil-dalil yang menjelaskan keutamaan Umroh.

Punya Niat Menunaikan Ibadah Umroh?

Jangan ditunda niat luhur ini, lakukan pada kesempatan pertama. Jangan menunggu kesempatan kedua. Bila menghendaki, kami siap membantu Antum sekalian untuk mengantarkannya ke tanah suci.