Ibadah Ihram : Ber-Pakaian Ihram untuk Ihram Haji atau Umroh

Pakaian-ihram

Pakaian-ihram

Pengertian Ihram

Ihram adalah salah satu dari rukun-rukun Haji dan atau Umroh, dimana jika hal ini tidak dilakukan maka batal-lah (tidak syah) haji atau umroh kita. Ihram yaitu niat untuk melaksanakan haji atau umroh disertai dengan mengenakan Pakaian Ihram (pakaian tidak berjahit, diutamakan berwarna putih) dan mengucapkan Talbiyah. Bagi wanita boleh mengenakan pakaian yang ia sukai, asal sesuai syariat Islam dan tidak menampakkan perhiasan.

Kewajiban dan Larangan bagi yang sedang Ihram

Diwajibkan bagi yang sedang berihram untuk haji dan umrah memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Agar melaksanakan apa yang diwajibkan Allah kepadanya, seperti kewajiban shalat pada waktunya dan berjama’ah.
  2. Agar menjauhi apa yang dilarang Allah, berupa rafats (berkata buruk, bercumbu mesra dengan istri), fusuq (melanggar perintah agama), jidal (bertbantah-bantahan) dan perbuatan maksiat lainnya.
  3. Agar menghindari ucapan atas perbuatan yang mengganggu dan menyakiti sesama muslim.
  4. Agar menjauhi larangan-larangan ihram, yaitu:
    1. Mencabut rambut atau memotong kuku. Sedangkan bila rambut atau kuku itu lepas dengan tidak sengaja disaat Ihram, maka ia tidak dikenakan denda apa-apa.
    2. Mempergunakan wangi-wangian di badannya atau pakaiannya, begitu juga pada makanan dan minumannya. Adapun jika ada sisa wangi-wangian yang ia pergunakan saat sebelum ihram, maka tak mengapa.
    3. Membunuh binatang buruan atau menghalaunya, atau membantu orang yang berburu, selagi ia masih dalam keadaan ihram.
    4. Memotong pepohonan atau mencabut tanaman yang masih hijau di tanah haram, begitu juga memungut barang temuan, kecuali jika bermaksud untuk mengumumkannya, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang semua perbuatan tersebut. Larangan-larangan ini berlaku pula bagi yang tidak ihram.
    5. Meminang atau melangsungkan pernikahan (akad nikah), baik untuk dirinya maupun untuk orang lain, begitu juga mengadakan hubungan suami istri atau menjamahnya dengan syahwat selama ia dalam keadaan ihram.

Khusus bagi pria ada larangan-larangan ihram sebagai berikut:

  1. Mengenakan tutup kepala yang melekat. Adapun menggunakan payung atau berteduh dibawah atap kendaraan atau membawa barang-barang diatas kepala, tidaklah mengapa.
  2. Memakai kemeja dan semacamnya yang berjahit untuk menutupi seluruh badannya atau sebagiannya, begitu juga jubah, sorban, celana dan sepatu, kecuali jika tidak mendapatkan sarung lalu memakai celana, atau tidak mendapatkan sandal kemudian mengenakan sepatu maka tak mengapa baginya

Sedangkan bagi wanita diharamkan saat ihram untuk menggunakan sarung tangan dan menutup mukanya dengan cadar atau kerudung. Tetapi bila ia berhadapan muka dengan kaum pria yang bukan mahram, maka wajib ia menutup mukanya dengan kerudung atau smacamnya, sebagaimana kalau ia tidak dalam ihram.

Hukum Larangan Ihram

Baju-ihram

Baju-ihram

Apabila seseorang yang berihram mengenakan pakaian berjahit, atau menutup kepalanya, atau mempergunakan wangi-wangian, atau mencabut rambutnya, atau memotong kukunya karena lupa atau tidak mengetahui hukumnya, maka ia tidak dikenakan fidyah. Dan hendaklah segera ia menghentikan perbuatan-perbuatan tadi disaat ia ingat atau mengetahui hukumnya.

Bagi yang sedang ihram, boleh mengenakan sandal, cincin, kacamata, alat pendengar (headphone), jam tangan, ikat pinggang biasa, ikat pinggang bersaku untuk menyimpan uang dan surat-surat.

Dan boleh juga berganti pakaian ihram dan mencucinya, serta mandi dan membasuh kepala. Apabila lantaran mandi dan membasuh tadi terdapat rambut rontok tanpa disengaja, maka ia tak dikenakan apa-apa, begitu juga halnya bila ia terluka.

Kesalahan dalam Ihram

Kesalahan yang sering terjadi pada sebagian jama’ah haji sebagai contohnya adalah melewati miqat tanpa berihram sampai Jeddah atau tempat lain.

Setelah melewati miqat mereka baru melakukan ihram dari tempat itu. Hal ini menyalahi perintah Rasullullah Shallallahu alaihi wa Sallam yang mengharuskan setiap jama’ah haji agar berihram dari miqat yang dilaluinya.

Maka bagi yang melakukan hal tersebut, agar kembali ke miqat yang dilaluinya tadi dan berihram dari miqat itu kalau memang memungkinkan. Jika tidak mungkin, maka ia wajib membayar fidyah dengan menyembelih binatang qurban di Mekkah dan memberikan keseluruhannya kepada orang-orang fakir. Ketentuan tersebut berlaku bagi yang datang lewat udara, darat maupun laut.

Jika tidak melintasi salah satu dari kelima miqat yang sudah maklum itu, maka ia dapat berihram dari tempat yang sejajar dengan miqat pertama yang dilaluinya.

Memerlukan Travel Haji dan Umroh Sesuai Sunnah?

Kami dari Medina Wisata Travel siap mengantarkan Jamaah Haji dan Umroh secara profesional dan sesuai Sunnah. Kami Siap Berikan Layanan Terbaik Untuk Anda!

Untuk informasi lebih lanjut silahkan Hubungi Kami:

 

Comments

  1. iwan says

    Bukankah saat memakai pakaian ihram harus berniat krn bagian dari ibadah haji/umrah. Artinya pakaian tidak boleh dilepas apalagi diganti selama kegiatan ibadah berlangsung.

    • ahmadharis says

      Assalamu’alaikum,
      Mungkin bisa baca referensi berikut:

      1. Keyakinan bahwa pakaian ihram yang dipakai oleh jama’ah haji tidak boleh diganti meskipun kotor.
      Hal ini merupakan suatu kesalahan dari jama’ah haji. Sebenarnya boleh untuk mengganti pakaian ihram mereka dengan yang semisalnya, dan boleh juga untuk mengganti sandal. Tidak menjauhi kecuali larangan-larangan ketika ihram, sedangkan hal ini bukanlah termasuk larangan.

      Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz: “Tidak mengapa untuk mencuci pakaian ihram dan tidak mengapa untuk menggantinya, atau menggunakan pakaian yang baru, atau yang sudah dicuci”.[2]

      sumber: http://almanhaj.or.id

      2. Hal-hal yang dibolehkan ketika ihram
      Mandi dengan air dan sabun yang tidak berbau harum.
      Mencuci pakaian ihram dan mengganti dengan lainnya.
      sumber: http://muslim.or.id

      3. Dibolehkan baginya untuk mencuci kain ihramnya dan menggantikannya, jika dia menghendaki hal itu karena ada kotoran yang menempelnya atau karena sebab lain.
      sumber: http://www.ahmadzain.com

      Semoga bisa membantu, Terimakasih

      Wasalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>