Larangan Perempuan Pergi Haji Tanpa Mahram

Larangan perempuan pergi haji tanpa umroh

Larangan perempuan pergi haji tanpa umroh

Larangan perempuan pergi haji tanpa mahram adalah masalah penting yang terkadang kita sepelekan, sehingga  persyaratan administrasi wajibnya bersama mahram-pun sering disiasati atau lebih tepatnya “dimanipulasi” dengan beli mahram    atau menunjuk orang lain yang bukan mahram sebagai mahram. Padahal ini adalah salah satu bentuk persaksian palsu, persaksian palsu adalah termasuk kategori dosa besar. masih dainggap sepele…? Teruskan baca sampai tuntas.

Mahram adalah syarat bagi perempuan yang hendak pergi haji. Mengenai pengertian syarat disini ada perbedaan diantara para Ulama diantaranya Abu Hanifah, Nakha’i, Ishak dan Syafi’i. mereka berbeda pendapat tentang pengertian syarat tersebut, apakah syarat syahnya ibadah haji atau syarat wajibnya haji.

Jika dimaksud Syarat syahnya ibadah haji, maka ibadah haji tidak syah jika tanpa mahram. Namun jika dimengerti sebagai syarat wajibnya ibadah haji, maka seorang perempuan tidak wajib haji kalau tidak mendapatkan mahram walaupun jika tetap menjalankan ibadah haji ibadah hajinya syah tapi tetap berdosa karena menyalahi larangan perempuan pergi haji tanpa mahram.

Dalilnya:

Dari Ibnu ‘Abbas, sesungguhnya ia pernah mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam berkutbah, dimana ia bersabda: “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya, dan janganlah seorang perempuan bepergian, melainkan bersama mahramnya.” Lalu ada seorang laki-laki berdiri sambil berkata: Ya Rasulullah! Sesungguhnya istriku keluar untuk pergi haji padahal aku telah menentukan harus pergi berperang begini dan begitu. Maka sabda Nabi: “Pergilah dan hajilah bersama istrimu.” HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: Rasullulah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda: “Janganlah seorang perempuan bepergian selama tiga hari melainkan bersama mahramny.” HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim

Dan dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam, ia bersabda: “Tidaklah halal seorang perempuan bepergian sejauh perjalanan sehari-semalam, melainkan bersama mahramnya.” HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim

Pembatasan mahram menurut para Ulama, yaitu: orang yang haram dikawininya untuk selamanya dengan sebab yang mubah. Yaitu suatu sebab yang membolehkan perkawinan seandainya antara laki-laki dan perempuan itu tidak ada hubungan mahram.

Baca juga artikel berikut: “berhaji-tanpa-mahram“; “hukum-safar-bagi-wanita-tanpa-mahram

Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap berkomitmen membimbing ibadah haji dan umroh sesuai sunnah. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita, amin.

Comments

  1. Apakah seorang perempuan yg tdak bersuami jg di haramkan pergi haji/umroh sdg perempuan tsb belum bersuami atau suamix telah meninggal dunia? Mohon jawabanx. Trimakasih

  2. ahmadharis says:

    ….Jika dimaksud Syarat syahnya ibadah haji, maka ibadah haji tidak syah jika tanpa mahram. Namun jika dimengerti sebagai syarat wajibnya ibadah haji, maka seorang perempuan tidak wajib haji kalau tidak mendapatkan mahram walaupun jika tetap menjalankan ibadah haji ibadah hajinya syah tapi tetap berdosa karena menyalahi larangan perempuan pergi haji tanpa mahram….

    Mahram itu tidak harus suami tapi…
    …Pembatasan mahram menurut para Ulama, yaitu: orang yang haram dikawininya untuk selamanya dengan sebab yang mubah. Yaitu suatu sebab yang membolehkan perkawinan seandainya antara laki-laki dan perempuan itu tidak ada hubungan mahram…

  3. terima kasih penting sekali bagi umat

  4. Semoga Allah ta’ala memudahkan urusanku dan urusan kalian wahai muslimah, untuk berumrah dan berhaji dengan mahram. Semoga Allah memudahkan semudah-mudahnya, karena kita muslimah ingin beribadah sesuai apa yang Allah inginkan.

  5. Bagaimana dengan tenaga kesehatan perempuan yang bertugas seperti TKHI atau PPIH? bagaimana dengan hajinya? apalagi peraturan pemerintah bahwa utk petugas kesehatan dilarang membawa keluarga

    • Untuk melihat atau menilai sesuatu mesti kita punya tolok ukurnya. Dalam masalah syari’at mesti ke Alqur’an, sunnah, bagiamana rosulullah mengimplementasikannya, juga pemahaman para sahabat. Antum bisa baca artikel singkat diatas, atau bisa juga cari referensi lainnya. Setelah kita tahu tolok ukurnya tinggal kita lihat bagaimana dengan masalah tersebut.
      Sebagai contoh … kita sudah tahu bahwa wanita mesti dengan mahramnya… misalnya istri kita atau anak kita ditugaskan untuk tugas tersebut, kan bisa kita ikut sebagai mahramnya? Insya Allah masalah teratasi.
      Mengenai bagaimana dengan hajinya ada dua pendapat:
      “Jika dimaksud Syarat syahnya ibadah haji, maka ibadah haji tidak syah jika tanpa mahram. Namun jika dimengerti sebagai syarat wajibnya ibadah haji, maka seorang perempuan tidak wajib haji kalau tidak mendapatkan mahram walaupun jika tetap menjalankan ibadah haji ibadah hajinya syah tapi tetap berdosa karena menyalahi larangan perempuan pergi haji tanpa mahram.”
      Bisa baca lagi diartikel “larangan perempuan pergi haji tanpa mahram disini!

  6. jazaakallah khair ustadz atas jawabannya… tapi peraturan pemerintah untuk tenaga kesehatan haji tidak boleh ada keluarga dalam kloter dimana dia bertugas, bila ketahuan dia batal berangkat…ini problema bagi perempuan akan tetapi bila tidak ada tenaga kesehatan perempuan tentu jemaah perempuan sukar untuk berobat..seharusnya hal ini disampaikan depag ke depkes karena ini sudah puluhan tahun dilaksanakan dan petugas haji perempuan tidak mengetahui hal seperti ini, mereka tetap merasa sudah berhaji

    • ahmadharis says:

      Teman saya istrinya seorang dokter, pada saat ia mendapat tugas alhamdulillah suaminya bisa bareng ikut ibadah haji.

  7. Astaghfirullah…sekarang semakin banyak agen travel haji&umroh yang menyalahi dan melanggar larangan nabi. Mereka membolehkan wanita pergi tanpa mahrom dengan biaya membeli mahrom, orientasinya bukan lagi melayani ibadah tapi UANG…Semoga Allah memberikan petunjuk pada mereka.

    • Kita harus sebarkan ilmu ini. kita harus khusnudhon, mungkin mereka belum tahu dan semoga Allah ampuni dan beri petunjuk. untuk memegang komitmen ini memang berat. Kami mohon do’anya agar komitmen kami diatas sunnah Allah mudahkan, amin

  8. Zauhani says:

    Assalamualaikum,
    Bgmn hukumnya petugas haji wanita yg tentu saja pergi tanp mahram?
    Padahal scr teknis keberadaan petugas wanita sangat dibutuhkan slm pelayanan jamaah haji.
    Trm ksh

    • Zauhani says:

      Assalamualaikum,
      Bgmn hukumnya petugas haji wanita yg tentu saja pergi tanp mahram? Dan suami mengijinkan dg keyakinan istrinya akan aman selama perjalanan dan melaksanakan tugas, jg scr teknis keberadaan petugas wanita sangat dibutuhkan slm pelayanan jamaah haji.
      Kalo misalnya suami mau menyertai skrg jg sulit krn antrian panjang sekali.

      Trm ksh

Speak Your Mind

*

Related Post!!close