Manasik Haji Lengkap : Manasik Haji Sesuai Sunnah

Manasik-haji-lengkap

Manasik-haji-lengkap

Berikut adalah prosesi manasik haji lengkap sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam:

Ihram

Ibadah Haji dimulai tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiah) yaitu diawali dengan memakai pakaian Ihram, dan mengucapkan ihlal (niat) haji:

LABBAIKA HAJJAN

Atau

LABBAIKA ALLAHUMMA HAJJAN

“Ya Allah, kami datang memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan ibadah Haji.” (HR. Muslim)

Diteruskan dengan talbiyah:

LABBAIKA ALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIKA LAKA LABBAIK, INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WALMULK. LAA SYARIKA LAK.

“Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu: aku penuhi panggilan-Mu Tiada sekutu bagi-Mu, aku pnuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan ni’mat adalah kepunyaan-Mu; demikian pula segala kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.” (HR. Bukhari)

Mabit di Mina

Setelah matahari terbit (masih tgl. 8 Dzulhijjah), berangkat ke Mina. Dan pada malamnya mabit (bermalam/menginap) disana sampai subuh. Di Mina kita melakukan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh (di qasah tanpa di jamak).

Wukuf di Arafah

Hari berikutnya yaitu tanggal 9 Dzulhijjah dan setelah terbit matahari, tinggalkan Mina menuju ke Arafah. Sebelum masuk areal wukuf di Arafah, mampir dulu di Namirah, menunggu Zawal tergelincir matahari (jika memungkinkan). Ba’da zawal, masuk ke Arafah menuju tenda yang telah ditentukan. Didalam tenda, mendengarkan khutbah Arafah kemudian dilanjutkan dengan shalat Dzuhur dan Ashar Jama’ takdim dan di qasar.

Wukuf. Duduklah menghadap qiblat dan berdo’a dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi, berdo’a sekehendak hati, bisa diselingi istighfar, dzikir, tilawah Al-Qu’an, makan-minum, dan mendengarkan nasehat-nasehat. Waktu wukuf adalah sesudah shalat Dzuhur sampai dengan terbenam matahari. Diantara do’a thawaf:

LA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIR.

“Tidak ada Ilah selain Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala puji dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (HR. At Tirmidzi)

Mabit di Muzdalifah

Panduan-manasik-haji

Panduan-manasik-haji

Begitu matahari terbenam, tinggalkan Arafah menuju Muzdalifah. Sesampainya di Muzdalifah, shalat Maghrib dan Isya jama’ ta’khir dan di qasar. Kemudian tidur sampai Subuh (mabit).

Kumpulkan batu-batu kecil (sebesar kacang tanah) sebanyak 7 biji untuk melontar jumrah aqobah. Yang sakit dan lemah dapat meneruskan perjalanan ke Mina malam itu juga.

Selesai shalat Subuh berjama’ah, berdo’a di Masy’aril Haram. Seluruh Muzdalifah adalah Masy’aril Haram.

Melontar Jumrah Aqobah tgl. 10 Dzukhijjah

Dari Masy’aril Haram berangkat ke Mina. Istirahat sejenak di tenda Mina, lalu ketempat jamarat, untuk melontar. Bisa juga melakukan Thawaf Ifadah dulu ini tergantung situasi dan kondisi, mana yang lebih memungkinkan.

Cara melontar:

  1. Waktu: setelah matahari terbit (dhuha) atau dikala matahari agak sedikit tinggi.
  2. Cara:
    1. Upayakan mendekati jumrah. Tapi ingat jangan sampai menyakiti sesama.
    2. Ambil posisi dimana qiblat berada disebelah kiri. Sampai disini talbiyah dihentikan.
    3. Lontar jumrah dengan 7 kerikil dan setiap lontaran diiringi takbir (Allahu Akbar)

Tahallul Awwal (ASGHAR)

Tahallul (potong rambut) boleh pilih:

  1. Taqsir: memotong rambut sampai pendek, bagi wanita menggunting beberapa helai rambut.
  2. Tahliq: mencukur rambut sampai gundul, dimulai dari kanan ke kiri (hanya bagi laki-laki). Bagi wanita cukup memotong beberapa helai saja.

Yang terbaik untuk laki-laki tahallul haji adalah tahliq. Setelah itu sudah boleh mengganti pakaian ihramnya dengan pakaian biasa dan semua larangan ihram halal kembali, kecuali jima’.

Hadyu (qurban)

Masih pada tanggal 10 Dzulhijjah, setelah berganti pakaian, menyembelih Hadyu, atau menyerahkan penyembelihan itu kepada yang amanah.

Bila tak sempat menyembelih, boleh dilaksanakan esoknya  yaitu tanggal 11 Dzulhijjah atau sampai dengan 13 Dzulhijjah. (hari-hari Tasyrik)

Thawaf Ifadah

Masih di hari yang sama (10 Dzulhijjah) utamanya berangkat ke Mekkah untuk Thawaf Ifadah dan dilanjutkan dengan Sa’i. Thawaf Ifadah bisa dilakukan pada hari-hari Tasyrik bila berhalangan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Bagi yang udzur, boleh dilaksanakan setelah udzurnya lepas, walau hari-hari Tasyrik telah berlalu.

Tahallul Tsani (akhir/Kubra)

Setelah Thawaf Ifadhah, maka hubungan suami istri enjadi halal kembali. Seusai Thawaf dan Sa’i tersebut, harus kembali lagi ke Mina, sebelum Maghrib. Tidak boleh menginap di Mekkah. Seandainya ada udzur/berhalangan, kemalaman kembali ke Mina tidak mengapa.

Melontar Tiga Jamarat pada tgl. 11, 12 dan 13 Dzulhijjah

Tuntunan-manasik-haji

Tuntunan-manasik-haji

Tiga jamarat yang dimaksud adalah Jumratul Ula, Jumratul Wustha, Jumratul Aqabah. Melontar jumrah dimulai setelah Dzuhur. Bagi yang udzur bisa sampai tengah malam.

Cara melakukan lontar jamarat sebagai berikut:

Ambil posisi dan melontar seperti yang kita lakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah, selesai melontar Jumrah Ula, kita bergeser kesebelah kiri, menghadap qiblat lalu berdo’a menurut kebutuhan masing-masing dengan mengangkat kedua tangan.

Hal yang sama kita lakukan setelah melontar Jumrah Wustha dan setelah melontar Jumrah Aqabah, seperti pada tanggal 10 Dzulhijjah. Tanpa berdiri lama untuk berdo’a sebagai mana pada dua jamarat terdahulu.

Nafar Awwal dan Nafar Tsani

Setelah selesai melempar jumrah pada tanggal 12 Dzulhijjah, kita sudah menyelesaikan hajinya dan bisa meninggalkan Mina dan pulang ke Mekkah dengan syarat sudah keluar dari Mina sebelum matahari terbenam. dan ini disebut Nafar Awwal. Namun jika matahari sudah terbenam dan masih berada di Mina maka tidak boleh meninggalkan Mina dan harus bermalam lagi di Mina untuk melontar jamarat pada hari berikutnya.

Yang ingin melakukan Nafar Tsani, maka ia harus mabit atau bermalam satu malam lagi di Mina dan melontar jamarat pada tanggal 13 Dzulhijjah ba’da Dzuhur, baru boleh ke Mekkah.

Thawaf Wada’

Thawaf Wada’ adalah ibadah terakhir dari rankaian ibadah haji. Persis seperi Thawaf Ifadah, tetapi tanpa Sa’i. Bagi wanita haidh tidak perlu Thawaf Wada’ dan hajinya tetap sah.

Sampai disini seluruh rangkaian Ibadah Haji Anda Selesai.

 

Comments

  1. Slamet Suharto says:

    Ass. W W, Mohon izin untuk mengcopy Panduan Manasik Hajinya mudah2an Allah SWT memberikan ganjaran yang berlipat ganda Jazakumullahi K K Amin Wass. W W

    • ahmadharis says:

      Wa’alaikum salam.
      Wa iyyaakum. Silahkan dicopy dan boleh disebarkan. Kalau Antum merasa situs ini bermanfaat, ajak teman untuk berkunjung ke biayaumroh.net.
      semoga bermanfaat.

  2. firin solo says:

    assalam, minta ijin copy file, semoga barokah amin

  3. Jusaini says:

    terima kasih manasik hajinya semoga bermanfaat bagi kita semua. aminnnn

  4. sugeng basuki says:

    Salammm,
    mohon ijin ikut meng copy petunjuk ibadah haji nya. terima kasih sebanyak-banyaknya, semoga anda senantiasa beroleh rahmat dari ALLAH SWT

    salam

  5. syahrir karalla says:

    sukron, Insyaallah bermanfaat untuk kita semua, ijin untuk di kopi ,,,

  6. Imam Juliadhi says:

    Terimakasih, semoga Allah membalas amal dan budi baik. Amin.

  7. budi pramana says:

    sukron, Insyaallah bermanfaat untuk kita semua, ijin untuk di kopi ,,,
    Reply

  8. Eko Prayitno says:

    Assalaamu’alaikum Wr Wb. Mohon ijin mengcopy smoga mjd sedekah ilmu yg bermanfaat. Matur Nuwun, Terima Kasih utk smua kebajikannya. Baarokallaah.

  9. Assalamu ‘alaikum Wr.Wbmohon izin untuk meng-copy tuntunan haji bokeh ya smoga bermanfaat

  10. Assalamy alaikum wr.wb
    Mohon izin boleh saya cofy sebagai refrensi dan semoga mamfaat….

  11. Dian Hermanto says:

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Izin copy ya admin.

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  12. fadlina molidetti says:

    Assalamu’alaikum W.W. mohon izin copi ya,

  13. sangat bagus dg membaca tata cara manasikny jd nabung saatny tlh tiba nanti, amin.

  14. yun mustaqiem says:

    Mohon ijin mengkopi…semoga berkah

  15. suci sujarwati says:

    Assalamu’alaikum.

    mohon ijin untuk mengcopy, syukron

  16. yusmarwati says:

    Assalamualaikum mohon izin copy, semoga berkah

  17. Nofiyan Aji says:

    Mohon Maaf Saya Izin Mengkopy Semoga Artikel Ini Bermanfaat.
    #Amin

  18. khairuddin says:

    terima kasih atas perhatiannya terhadap hambaAllah yang belum menunaikan ibadah haji semoga Allah membalas jasa anda yang telah memuatkan tatacara beribadah haji

  19. Terima kasih

  20. Kastari Aburidza says:

    Assalamualaikum. Warahmatullohi Wabarakaatuh,
    Mohon izin untuk mengcopy Panduan Manasik Hajinya
    Mudah-mudahan Allah SWT memberikan ganjaran yang berlipat ganda
    Jazakumullahi Khoiron Katsiro
    Amin Yarabb..
    Wassalamualaikum. Warahmatullohi Wabarakaatuh

  21. Ridwan Nurazi says:

    mohon izin untuk dicopy dan dimodifikasi dalam powerpoint

  22. Assalamualaikum
    ijin Share

  23. Ijin copy trm ksh

  24. lebihcantikdarikamu says:

    assalamualikum..

    minta izin buat copy, keperluan tugas sekolah 😀

    wassalamuailaikum..

  25. Luthfi Ba'aly says:

    Assalamualaikum..,mohon maaf ustad.mohon izin copy..tks
    Jazaakumulloh kher..

  26. Dito arembra says:

    Assalamualaikum wr wb
    makasih ya atas artikelnya, ini sangat membantu saya mas

  27. abu raihan says:

    Assalamualaikum..,mohon maaf ustad.mohon.Izin COPAS semoga bermanfaat

  28. assalamu alaikum, ijin cetak ustadz

  29. minta izin copy panduan hajinya

  30. MINTA DOANYA SAYA PENGEN NAIK HAJI

Speak Your Mind

*

Related Post!!close