Hukum Terkait dengan Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Tata cara penyembelihan hewan qurban

Hukum Terkait dengan Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban

Tata cara penyembelihan hewan qurban

Tata cara penyembelihan hewan qurban

Agar sempurna ibadah qurban kita, maka semua yang berkaitan dengan ibadah qurban termasuk tata cara menyembelih hewan qurban harus mengikuti tata cara menyembelih hewan qurban yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam.

Waktu menyembelih hewan qurban

Waktu menyembelih hewan qurban adalah pagi hari Idul Adha setelah Shalat Idul Adha. Jika penyembelihan dilakukan sebelum dilaksanakannya Shalat Idul Adha, maka ibadah qurbannya tidak syah dan harus mengulangi lagi.

Dalilnya:

“Barang siapa menyembelih sebelum Shalat (Idul Adha) maka ia menyembelih untuk dirinya sendiri dan barangsiapa menyembelihnya sesudah Shalat (Idul Adha) maka hewan qurban nya sempurna dan mengikuti sunnah kaum muslimin.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

Menyembelih hewan qurban selain di hari raya Idul Adha juga bisa dilakukan pada tiga hari selanjutnya yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah, dalilnya:

Dan dari Sulaiman bin Musa, dari Jubair bin Muth’am, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam, beliau bersabda: “Semua hari Tasyriq itu adalah hari menyembelih.” HR. Ahmad

Hari Tasyriq adalah hari-hari penyembelihan yaitu: hari raya Idul Adha itu sendiri, dan tiga hari sesudahnya. Ini adalah pendapat yang paling kuat diantara lima pendapat sebagaimana ditulis dalam buku Nailul Author versi Indonesia jilid 4 halaman 1622.

Hewan Qurban disunnahkan dihadapkan kearah qiblat ketika Menyembelih Hewan Qurban

 

Mewakilkan Penyembelihan Hewan Qurban

Seorang muslim disunnahkan untuk menyembelih sendiri hewan qurbannya, namun jika karena beberapa alas an boleh diwakilkan kepada orang lain.

Pembagian Hewan Qurban

Pembagian hewan qurban disunnahkan dibagi tiga: sepertiga untuk keluarga yang berkurban, sepertiga disedekahkan, dan sepertiga terakhir dibagikan kepada teman-temannya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam: “Makanlah (daging hewan qurban), simpanlah, dan sedekahkanlah.” Muttafaq Alaih.

Upah bagi yang Menyembelih hewan qurban orang lain.

Orang yang menyembelih hewan qurban tidak boleh diberi upah dari hewan qurban, tapi diberikan upah bukan dari hewan qurban.

Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam menyuruhku mengurus untanya, bersedekah dengan daging, kulit, dan kotorannya, serta tidak member penyembelihnya sedikitpun daripadanya. Ia aku beri dari jatahku.” Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.

Satu keluarga boleh ber qurban dengan satu kambing

Satu keluarga meskipun terdiri dari banyak angota keluarga tetap syah berqurban dengan satu kambing.

Dalilnya:

Abu Ayub Al-Anshari berkata: “Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam, seorang berqurban dengan kambing untuknya dan keluarga.” Diriwayatkan olah At-Tirmidzi

Hal-hal yang harus dijauhi bagi yang hendak berqurban

Seseorang yang hendak berqurban hendaknya tidak memotong rambut dan kuku-kukunya sesudah masuknya tanggal 1 Dzulhijjah.

Dalilnya:

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda: “Apabila kamu telah melihat hilal (tanggal satu) Dzul-Hijjah dddan salah seorang diantara kamu hendak berqurban, maka hendaklah ia menahan rambut dan kuku-kukunya. HR Jama’ah kecuali Al-Bukhari

Kulitnya harus disedekahkan dan Jangan Dijual

Para Ulama telah sepakat, bahwa daging qurban itu tidak boleh dijual. Maka begitu pula kulitnya dan punuknya.

Dalilnya:

Dari Abi Sa’id: Sesungguhnya Qatadah bin Nu’man memberitahu kepadanya, bahwa Nabi  Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam berdiri lalu bersabda: “Aku pernah menyuruhmu kiranya kamu tidak akan makan daging qurban sesudah tiga hari untuk member kelonggaran kepada kamu, tetapi aku halalkan dia kepada kamu, karena itu makanlah daripadanya sesukamu, dan jangan kamu jual daging hadyah dan daging qurban, makanlah, sedekahkanlah, dan pergunakanlah kulitnya tetapi jangan kamu jual dia, sekalipun sebagian dari dagingnya itu kamu berikan. Makanlah sesukamu.” HR Ahmad.

Demikian tata cara penyembelihan hewan qurban yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat terutama bagi diri pribadi juga bagi segenap pembaca yang beriman.


Comments

Hukum Terkait dengan Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban — 2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>