Pergi Haji atau Umroh, Lindungi Diri dengan Vaksin Meningitis

Lindungi Diri dengan Vaksin Meningitis

Lindungi Diri dengan Vaksin Meningitis

Jakarta – Pada musim haji dan umroh, manusia dari seluruh penjuru datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah, termasuk negara-negara di Afrika, endemis meningitis. Hal ini diduga memicu menjangkitnya meningitis pada jemaah dan petugas yang melayani jemaah.

Meningitis Meningokokus merupakan infeksi menular yang menyerang selaput otak. Penyebabnya Neisseria Meningitidis. Penularan dari manusia ke manusia melalui sekret saluran pernafasan atau droplet ataupun air liur alias saliva. Masa inkubasinya 3-4 hari.

Gejala-gejala mengingitis, demam tinggi, mual,muntah, sakit kepala, kaku kuduk, photofobio, ketahanan fisik melemah. Gejala awalnya flu biasa, namun bertambah berat dengan panas tinggi dalam waktu singkat, 12-24 jam sejak awal gejala.

“Timur Tengah secara umum, khususnya Arab Saudi endemis Meningitis Meningokokus sehingga untuk mencegahnya, setiap warga negara Indonesia yang ingin pergi ke Arab Saudi perlu melakukan suntik vaksin,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, Imam Triyantoro.

Pemberian vaksin Meningitis Meningokokus merupakan syarat mutlak bagi semua calon jemaah haji dan umrah. Ketentuan ini dibahas dalam Nota Diplomatik Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta Nomor 211/94/71/577 tanggal 1 Juni 2006. Disebutkan, setiap pendatang ke Arab Saudi, termasuk jemaah haji dan umroh diwajibkan melakukan vaksinasi meningitis quadrivalent (ACWY135). Kedutaan besar Arab Saudi hanya akan mengeluarkan visa perjalanansetelah vaksinasi dilakukan.

Pemberian vaksin dilakukan maksimal dua minggu sebelum keberangkatan, karena efektifitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian. Setelah memperoleh vaksinasi Meningitis Meningokokus, barulah calon jemaah umrah akan diberikan kartu International Certificate of Vaccination (ICV) sebagai syarat memperoleh izin visa dari Pemerintah Arab Saudi.

Lebih lanjut, dr. Imam Triyantoro mengatakan bahwa perlu adanya penyadaran bersama bagi jemaah Umroh untuk tidak menerima ICV palsu tanpa di vaksin. “Ini untuk melindungi tubuhnya sendiri,” kata Imam.

Sumber: http://www.pdpersi.co.id

Speak Your Mind

*

Related Post!!close